5 Hal Yang Mengecewakan Dari Star Wars Jedi: Fallen Order

star wars jedi: fallen order

Dengan adanya perilisan Jedi: Fallen Order garapan Respawn Entertaiment seperti sukses berhasil menjawab keingingan dari para fans yang telah lama ini mengharapkan game star wars yang berfokus pada konten single player. Elemen combat ala game Soulsborne yang solid dan penyajian cerita yang cukup engaging, membuat Fallen order bisa terbilang game star wars terbaik satu dekade ini.

Baca Juga: Game Baru Terpopuler Di Switch, PS4, Xbox One, Dan PC Pekan Ini (17-23 November 2019)

Hal ini pun cukup berhasil membuat kami terposan sewaktu memaikannnya, namun walaupun begitu bukan berarti game satu ini tidak ada kelemahan. Karena Ada beberapa bagian yang sebenarnya sangat berpotensial untuk dikembangkan lebih jauh lagi. Karena walaupun game ini hadir dengan grafis dan teknologi zaman now, Fallen Order agaknya belum mampu menyaingi kedigdayaan beberapa game pendahulunya seperti Knight of the Old Republic dan Battlefront original misalnya, atau bahkan game-game Soulsborne secara umum.

Maka dari itu sebagai bahan pertimbangan game ini cocok atau tidak untukmu, mari kita lihat dari berbagai aspek:

1. Beberapa Karakter Yang Tidak Penting

karakter di jedi fallen order


Penyajian cerita Fallen Order sendiri penulis akui sudah dibangun dengan baik dan cukup engaging. Namun terdapat beberapa karakter-karakter yang terasa tidak penting atau kurang signifikan, yang seolah-olah membuat beberapa momen dalam game ini terasa janggal dan anti-klimaks.

Tanpa mencoba terlalu spoiler, ada dua karakter yang menurut penulis berpotensi untuk memperluas cerita dalam Fallen Order. Namun pada eksekusinya sendiri, dua karakter ini justru memperlihatkan motif yang menurut penulis kurang signifikan dalam memberikan pengaruh berarti untuk sang karakter utama. Salah satunya bahkan dengan mudah berpindah pihak tanpa memberikan perlawanan lebih.

Beberapa karakter sampingan yang berada di pihak karakter utama sendiri bisa dikatakan kurang berikan motif yang signifikan. Bahkan, agaknya Second Sister yang menjadi tokoh antagonis sendiri lebih memperlihatkan hubungan yang lebih dalam dan lebih kompleks daripada karakter-karakter lainnya.

Berspekulasi sedikit, mungkin saja hal-hal tersebut dilakukan karena akan ada kelanjutan di game selanjutnya ataupun medium lainnya seperti Film ataupun serial TV. Hal ini mengingat bahwa Fallen Order sendiri memang terhitung Canon dalam semesta Star Wars.

2. Miniminya Replay Value

Setidaknya bagi penulis, Fallen Order tidak miliki replay value seperti yang dihadirkan pada game-game soulsborne. Game ini hadirkan alur cerita yang linear tanpa multi-ending, dan tidak ada semacam New Game+ dimana kamu dapat mengulangi keseluruhan permainan namun dengan kemampuan yang sudah kamu dapatkan di gameplay pertama.

Mengulangi dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi pun agaknya juga percuma, karena walaupun kalian sudah menyelesaikan permainan, save terakhir yang kamu miliki akan memberikanmu kesempatan untuk menjelajahi tempat-tempat yang belum kamu kunjungi, serta mengumpulkan collectibles yang belum kamu dapatkan demi mendapatkan achievement.

Kecuali jika kamu memang tertarik untuk mencoba tantangan baru dengan menghadapi musuh-musuh yang lebih sakit dan lebih agresif di tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

3. Eksplorasi Yang Cenderung Membosankan

tempat eksplorasi jedi fallen order


Selain combat dan aspek-aspek game Soulsborne, Fallen Order juga miliki elemen eksplorasi ala game Uncharted ataupun Tomb Raider, dimana kamu akan banyak melakukan penjelajahan melewati tempat-tempat sempit, berlari-larian di tembok, bergelantungan, dan menyelesaikan berbagai puzzle untuk membuka jalan dengan memanfaatkan kemampuan Force seorang Jedi.

Dalam Fallen Order, terdapat 5 planet yang bisa kamu jelajahi, dan tiap-tiap planet tersebut memiliki porsi area eksplorasi yang cukup besar. Satu keluhan penulis adalah terdapat area-area yang tidak bisa langsung diakses di awal permainan, dan membutuhkan kamu untuk melanjutkan progress cerita sampai mendapatkan kemampuan yang dibutuhkan.

Disinilah eksplorasi terasa sedikit membosankan, walau memang ada shortcut yang bisa dibuka untuk mempersingkat waktu, menelusuri jalan yang sama berkali-kali untuk membuka suatu area yang ujungnya hanya sebuah area kecil, terasa begitu percuma dan terbuang sia-sia. Walau demikian, terdapat juga random encounter dengan mini boss yang juga random. Sehingga hal ini setidaknya berikan tantangan baru ketimbang melawan musuh yang itu-itu saja.

4. Minim Boss Fight Sehingga Terkesan Mudah

star wars jedi fallen order review bahasa indonesia

Fallen Order miliki combat ala game Soulsborne yang cukup solid, dimana fokus elemen-elemen gelut dari Sekiro yang fokus pada elemen posture, parrying, deflecting, dan secara umum menunggu momen yang tepat untuk melancarkan serangan balik.

Bagi kamu yang suka akan tantangan ala game-game Soulsborne mungkin akan sedikit kecewa dengan boss fight yang dihadirkan dalam Fallen Order. Secara singkat, game ini miliki variasi bos yang sangat minim, dimana hanya sedikit dari mereka yang berikan tantangan berarti.

Tidak sedikit dari boss-boss tersebut yang hanya merupakan versi lebih kuat (HP dan damage yang lebih besar) dari versi aslinya yang bisa dikatakan biasa saja dan sering ditemui saat menjelajah. Sehingga jika kamu sudah memahami pola serangan dari musuh-musuh tersebut, kemungkinan besar kamu juga akan mudah mengalahkan versi bossnya.

Tingkat kesulitan yang cenderung lebih mudah, bahkan dengan level Hard sekalipun penulis tidak mati sekalipun menghadapi para musuh yang benar-benar tidak memberikan perlawan yang berarti. Untuk musuh yang memberikan perlawanan mungkin hanya Second Sister dan Ninth Sister dimana penulis mengulangnya sebanyak 4 – 5 kali.

5. Sering Mengalami Permasalahan Teknis

Selama memainkan Fallen Order di konsol PS4, permasalahan teknis lah yang benar-benar merusak pengalaman bermain penulis. Mulai dari FPS yang sering drop bahkan saat cutscene tengah berlangsung, berbagai bug seperti musuh telat spawn dan masuk ke tembok misalnya, dan yang lebih parah adalah crash beberapa kali.

Musuh yang telat spawn yang benar-benar menjengkelkan bagi penulis. Tentu kamu sudah mengetahui bahwa sebuah area akan direset ketika kamu mati atau bermeditasi. Dalam hal ini, terkadang penulis mendapati area kosong melompong, kemudian musuh yang ada di area tersebut spawn secara tiba-tiba dan langsung menyerang tanpa ampun. Terasa seperti scene dimana Kenshiro melakukan gerakan Omae wa mou shindeiru.

Baca Juga: Review Star Wars: Jedi Fallen Order Bahasa Indonesia – Never Tell Me The Odds

Terlepas dari hal-hal diatas yang memang harusnya dikembangakan lagi, penulis berharap game ini bisa menjadi landasan bagi para developer untuk menghadirkan sekuel game star wars lebih baik lagi.